Senin, 29 April 2019

Kumpulan sajak dan puisi menyentuh kalbu


Emosi adalah perasaan intens yang bisa berkembang dan surut, yang sewaktu - waktu bisa saja meluap. Bukan hanya marah. Senang, sedih, tangis dan tawa, bahkan perasaan cinta dan sayangpun bagian dari emosi. Setiap orang berbeda -  beda cara dalam menyampaikan/meluapkan emosi. Ada yang menyampaikan lewat ucapan, perilaku ataupun tulisan. Diantaranya berbentuk sajak dan puisi.
Berikut ini adalah kumpulan sajak dan puisi yang saya karang sendiri berdasarkan perasaan (emosi) yang saya rasakan pada saat mengarangnya.
Semoga karangan yang saya buat dengan penuh kekurangan bisa bermanfaat bagi teman – teman pembaca. Terimakasih.
Kritik dan saran sangat saya harapkan untuk perbaikan karya selanjutnya .




            DAFTAR ISI

1. AKU
2. BANGKIT DAN PERCAYA
3. IBU
4. SAJAK KERINDUAN
5. RAMADHAN KAREEM
6. MY BEAUTIFUL


1.      AKU



Andai kata aku pelangi, 

tentu aku mampu hadir untuk memberikan susunan warna yang menjadi indah. 

Andai kata aku gugusan rasi bintang,  

niscaya aku akan membuatmu takjub dengan beragam bentuk yang aku perlihatkan. 

Andai kata aku setangkai mawar,

tak mustahil aku bisa menemani dengan keharuman 


Tapi bukan ...

Itu bukan aku

Kata dan perilaku ku tak seindah pelangi, 

Aku tak sebegitu menakjubkan bak rasi bintang, 

Dan Pribadi ku tak seharum bunga mawar.


Aku hanyalah mega 

Yang hadir disaat langit tak begitu diperhatikan 

Aku hanyalah Pluto 

Yang tak begitu berarti dalam tata surya 

Aku hanya setangkai kaktus tak rimbun Ditengah padang pasir yang gersang 


Tapi ...

Ku ingin tetap hadir dan berdiri 

Hingga bulan meniadakan 

Hingga pagi mengusir 

Hingga subur  mengubah



     2. BANGKIT DAN PERCAYA

Sukmaku tak lagi merindui pagi
Karena binarnya tak lagi menumbuhkan imaji
Akalku tak lagi pandai menitah raga
Khayalku lebur bagai mesiu dilangit Gaza

Terlempar ...
Terhempas ...
Tercampakkan ...

Wahai hati
Apakah kau lelah dengan semua jerih payah ?
Sudahkah kau bosan dengan semua cercaan ?
Atau ...
Kau tak lagi selera menyirnakan lara ?

Wahai hati
Yang ku tahu kau tak serapuh ini
Bangunlah !
Lalu bangkit dan percaya


3. IBU

Ibu ...
Semakin banyak lipatan pada dahimu yang terlihat
Pandanganmu tak lagi tajam dengasn kelopak mata yang semakin kendur
Setiap ku tanya bagaimana keadaanmu ?
Sambil memancarkan senyum kau selalu menjawab
“Aku baik – baik saja, seperti yang kau lihat”

Bu ...
Sering aku dengar tangismu teriring do’a yang kau panjatkan
Aku yakin
Kau pasti merasakan getirnya perjalanan
Tapi kau tetap berusaha terlihat tegar
saat anak – anakmu mulai merasa lelah

ibu ...
aku tahu, banyak beban yang kau derita
tapi engkau sangatlah pandai menyembunyikan pilu
sementara tubuhmu semakin melemah
dan usiamu kian bertambah

Bu ...
Jangan kau tinggalkan aku disaat aku masih rentan seperti ini bu
Ibu
Maafkanlah
Belum sempat aku menghadirkan senyum bahagia pada bibir manismu
Belum bisa aku menciptakan cahaya untuk dirimu bu
Robbigfirli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani shogiro



       4.  SAJAK KERINDUAN

Bagai terbangnya burung disore hari
Pasti ia mengerti bahwa sudah saatnya ia kembali
Begitupun kamu
Semoga kau cepat memahami tentang itu

Maaf ...
Jika telah ku curi bayang wajahmu
Untuk ku simpan selalu dalam angan
Walau nyatanya ...
Tak sekalipun itu membuatku nyaman

Otakku bekerja keras menata banyak perkiraan
Karena merindumu ...
Adalah kenyataan yang tak menyenangkan

Di lain hal
Rindu ini menyadarkanku tentang peliknya nurani
Yang tak mungkin menyatu melainkan atas restu sang pemilik hati
Untukmu ... yang ku rindu



      5.  RAMADHAN KAREEM

Sungguh begitu cepat waktu terasa
Hingga tak sadar diri ini begitu terlena
Entah ...
Sampai kapan ruh ini bersatu dengan raga

Wahai tuhan pemilik lalu dan nanti
Sampaikanlah hamba pada makhlukmu yang suci
Yang belum pasti hamba dapat bertemu nanti

Pintu ampunan engkau bukakan
Rahmat begitu luas engkau bentangkan
Bahagia kau tabur pada hati yang beriman

Wahai Ramadhan
Relalah kau memberiku kesempatan
Menjadi tamu yang mesra dalam dekapan
Yang mampu memberiku dua kebahagiaan

Yaa syahru shiyam
Yang hadirnya membawa tenang sekalian alam
Moga diri ini mampu menjagamu tatkala siang dan malam
Allahumma balighna ramadhan



      6. MY BEAUTIFUL

Temuku denganmu
Tak serupa temunya Ali dan Fatimah
Tak sebanding hikayat Anthony dan Cleopatra
Tiada pernah kudengar merdu guntur kecuali kini
Kelamku gugur berganti indah mengisi hati

Wahai gemuruh malam
Temani diriku
Yang lelah terselubungi rindu
Temui kekasihku
Katakan bahwa cintaku tak kuasa menunggu

Senjaku begitu bercahaya
Bulanku menjadi purnama
Meski hujanku tak kunjung reda
Kau datang menawarkan suka

Ada kata yang ingin ku ucapkan
Ada rasa yang ingin ku sampaikan
Tapi lisan ini begitu kelu mengutarakan

Aku ingin mencintaimu dengan kejujuran
Seperti air
Yang tak sanggup berpadu dengan minyak
Layaknya mawar
Yang enggan menyembunyikan duri


Harits Syukrillah
IG          : @syukrillah_el_harits
FB         : Syukrillah el Harits
E-mail   : syukrillah.chunk146@gmail.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Musuh Abadi Manusia

Musuh Abadi Manusia Allah SWT mengabarkan kepada para malaikat tentang penciptaan Nabi Adam AS melalui firmannya : “Sesungguhnya aku hen...