Emosi adalah perasaan intens yang bisa berkembang
dan surut, yang sewaktu - waktu bisa saja meluap. Bukan hanya marah. Senang, sedih,
tangis dan tawa, bahkan perasaan cinta dan sayangpun bagian dari emosi. Setiap orang berbeda - beda cara dalam menyampaikan/meluapkan emosi. Ada
yang menyampaikan lewat ucapan, perilaku ataupun tulisan. Diantaranya berbentuk sajak dan
puisi.
Berikut ini adalah
kumpulan sajak dan puisi yang saya karang sendiri berdasarkan perasaan (emosi)
yang saya rasakan pada saat mengarangnya.
Semoga karangan yang
saya buat dengan penuh kekurangan bisa bermanfaat bagi teman – teman pembaca. Terimakasih.
Kritik dan saran
sangat saya harapkan untuk perbaikan karya selanjutnya .
DAFTAR ISI
1. AKU
2. BANGKIT DAN PERCAYA
3. IBU
4. SAJAK KERINDUAN
5. RAMADHAN KAREEM
6. MY BEAUTIFUL
1.
AKU
Andai kata aku pelangi,
tentu aku mampu hadir untuk memberikan susunan warna yang menjadi indah.
Andai kata aku gugusan rasi bintang,
niscaya aku akan membuatmu takjub dengan beragam bentuk yang aku
perlihatkan.
Andai kata aku setangkai mawar,
tak mustahil aku bisa menemani dengan keharuman
Tapi bukan ...
Itu bukan aku
Kata dan perilaku ku tak seindah pelangi,
Aku tak sebegitu menakjubkan bak rasi bintang,
Dan Pribadi ku tak seharum bunga mawar.
Aku hanyalah mega
Yang hadir disaat langit tak begitu diperhatikan
Aku hanyalah Pluto
Yang tak begitu berarti dalam tata surya
Aku hanya setangkai kaktus tak rimbun Ditengah padang pasir yang gersang
Tapi ...
Ku ingin tetap hadir dan berdiri
Hingga bulan meniadakan
Hingga pagi mengusir
Hingga subur mengubah
2. BANGKIT DAN
PERCAYA
Sukmaku
tak lagi merindui pagi
Karena
binarnya tak lagi menumbuhkan imaji
Akalku
tak lagi pandai menitah raga
Khayalku
lebur bagai mesiu dilangit Gaza
Terlempar
...
Terhempas
...
Tercampakkan
...
Wahai
hati
Apakah
kau lelah dengan semua jerih payah ?
Sudahkah
kau bosan dengan semua cercaan ?
Atau
...
Kau
tak lagi selera menyirnakan lara ?
Wahai
hati
Yang
ku tahu kau tak serapuh ini
Bangunlah
!
Lalu
bangkit dan percaya
3. IBU
Ibu
...
Semakin
banyak lipatan pada dahimu yang terlihat
Pandanganmu
tak lagi tajam dengasn kelopak mata yang semakin kendur
Setiap
ku tanya bagaimana keadaanmu ?
Sambil
memancarkan senyum kau selalu menjawab
“Aku
baik – baik saja, seperti yang kau lihat”
Bu
...
Sering
aku dengar tangismu teriring do’a yang kau panjatkan
Aku
yakin
Kau
pasti merasakan getirnya perjalanan
Tapi
kau tetap berusaha terlihat tegar
saat
anak – anakmu mulai merasa lelah
ibu
...
aku
tahu, banyak beban yang kau derita
tapi
engkau sangatlah pandai menyembunyikan pilu
sementara
tubuhmu semakin melemah
dan
usiamu kian bertambah
Bu
...
Jangan
kau tinggalkan aku disaat aku masih rentan seperti ini bu
Ibu
Maafkanlah
Belum
sempat aku menghadirkan senyum bahagia pada bibir manismu
Belum
bisa aku menciptakan cahaya untuk dirimu bu
Robbigfirli
waliwalidayya warhamhuma kama robbayani shogiro
4. SAJAK KERINDUAN
Bagai
terbangnya burung disore hari
Pasti
ia mengerti bahwa sudah saatnya ia kembali
Begitupun
kamu
Semoga
kau cepat memahami tentang itu
Maaf
...
Jika
telah ku curi bayang wajahmu
Untuk
ku simpan selalu dalam angan
Walau
nyatanya ...
Tak
sekalipun itu membuatku nyaman
Otakku
bekerja keras menata banyak perkiraan
Karena
merindumu ...
Adalah
kenyataan yang tak menyenangkan
Di
lain hal
Rindu
ini menyadarkanku tentang peliknya nurani
Yang
tak mungkin menyatu melainkan atas restu sang pemilik hati
Untukmu
... yang ku rindu
5. RAMADHAN
KAREEM
Sungguh begitu cepat waktu terasa
Hingga tak sadar diri ini begitu terlena
Entah ...
Sampai kapan ruh ini bersatu dengan raga
Wahai tuhan pemilik lalu dan nanti
Sampaikanlah hamba pada makhlukmu yang suci
Yang belum pasti hamba dapat bertemu nanti
Pintu ampunan engkau bukakan
Rahmat begitu luas engkau bentangkan
Bahagia kau tabur pada hati yang beriman
Wahai Ramadhan
Relalah kau memberiku kesempatan
Menjadi tamu yang mesra dalam dekapan
Yang mampu memberiku dua kebahagiaan
Yaa syahru shiyam
Yang hadirnya membawa tenang sekalian alam
Moga diri ini mampu menjagamu tatkala siang dan malam
Allahumma balighna ramadhan
6. MY BEAUTIFUL
Temuku denganmu
Tak serupa temunya Ali dan Fatimah
Tak sebanding hikayat Anthony dan
Cleopatra
Tiada pernah kudengar merdu guntur
kecuali kini
Kelamku gugur berganti indah mengisi
hati
Wahai gemuruh malam
Temani diriku
Yang lelah terselubungi rindu
Temui kekasihku
Katakan bahwa cintaku tak kuasa menunggu
Senjaku begitu bercahaya
Bulanku menjadi purnama
Meski hujanku tak kunjung reda
Kau datang menawarkan suka
Ada kata yang ingin ku ucapkan
Ada rasa yang ingin ku sampaikan
Tapi lisan ini begitu kelu mengutarakan
Aku ingin mencintaimu dengan kejujuran
Seperti air
Yang tak sanggup berpadu dengan minyak
Layaknya mawar
Yang enggan menyembunyikan duri
Harits Syukrillah
IG : @syukrillah_el_harits
FB : Syukrillah el Harits
E-mail : syukrillah.chunk146@gmail.com