Sabtu, 07 Mei 2022

Musuh Abadi Manusia

Musuh Abadi Manusia

Allah SWT mengabarkan kepada para malaikat tentang penciptaan Nabi Adam AS melalui firmannya :

“Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS. Al Baqarah : 30)

Kemudian para malaikat meminta kepada Allah SWT agar menerangkan hikmah diciptakannya manusia. menurut para malaikat, jika hikmah diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, maka sesungguhnya mereka telah beribadah kepada-Nya. Mereka berkata :

“Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan engkau?” Allah berfirman “sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al Baqarah : 30)

Allah SWT telah menciptakan Nabi Adam dari tanah , lalu memberinya bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Ia tiupkan ruh ke dalamnya. Maka terciptalah Nabi Adam sebagai manusia pertama yang dicipta oleh Allah SWT.

Setelah Nabi Adam hidup dan bisa bergerak, maka Allah SWT mengajarkan kepadanya nama-nama segala sesuatu. Allah SWT berfirman :

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya” (QS. Al Baqarah : 31)

Allah SWT ingin menunjukkan keutamaan Nabi Adam dan kedudukannya di sisi-Nya kepada para malaikat. Maka Allah SWT tunjukkan kepada para malaikat segala sesuatu yang telah diajarkan kepada Nabi Adam. Allah SWT berfirman :

“Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!” (QS Al Baqarah : 31)

Para malaikatpun berkata :

“Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah engkau ajarkan kepada kami.” (QS Al Baqarah: 32)

Maka Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Adam untuk memberitahukan kepada para malaikat nama-nama benda yang tidak diketahui oleh para malaikat. Mulailah Nabi Adam menyebutkan nama-nama benda yang diperlihatkan kepadanya. Ketika itu Allah SWT berfirman kepada para malaikat:

“Bukankah sudah Aku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?” (QS Al Baqarah: 33)

Setelah itu, Allah SWT memerintahkan kepada para malaikat agar bersujud kepada Nabi Adam AS untuk menghormatinya. Maka merekapun sujud kecuali Iblis. Ia menolak sujud dan bersikap sombong. Lalu Allah SWT berfirman:

“Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) golongan yang (lebih) tinggi?” (QS Shaad: 75)

Lalu Iblis menjawab dengan angkuhnya,

“Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia (Nabi Adam) Engkau ciptakan dari tanah.” (QS Shaad: 76)

Maka Allah SWT menjauhkan Iblis dari rahmat-Nya dan menjadikannya terusir dan terlaknat. Allah SWT berfirman:

“Maka keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk. Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” (QS Shaad: 77 – 78)

Setelah itu, Iblis semakin membenci Nabi Adam dan keturunannya. Ia bersumpah akan menjerumuskan manusia kepada kesesatan. Iblis berkata:

“Demi kemuliaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.” (QS Shaad: 82-83)

Wallahu a’lam

 


Sabtu, 30 April 2022

SISI MANUSIA

 

SISI MANUSIA

 “Ia mengmbil keputusan yang dianggapnya akan membenahi. Kini, ia terbebani kata dan tingkahnya sendiri. Karena tak menyertakan pikiran dan hati.”

Harits Syukrillah

Hati dan pikiran yang dikaruniai oleh Allah SWT, menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya. Setiap kata dan perbuatan, pada dasarnya ialah cerminan dari hati seseorang. Karena hakikatnya, jika keadaan hati seseorang baik, maka akan baik pula kata dan perbuatannya. Begitupun sebaliknya, jika keadaan hati seseorang buruk, maka akan buruk pula kata dan perbuatannya. Begitulah isi dari salah satu hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim.

Selain hati, pikiran juga menjadi bagian dari kesempurnaan manusia. ia mampu menelaah dan memprediksi risiko yang akan ditimbulkan dari kata dan perbuatannya.

Manusia merupakan makhluk paling sempurna dibanding makhluk lainnya. Mereka diberi pikiran dan hati yang akan tetap terjaga fitrahnya. Tidak seperti hewan, yang melakukan segalanya hanya berdasarkan nafsu semata. Setiap tindakannya, manusia dibekali pikiran dan hati yang menjadi alat pertimbangan di setiap keputusannya. Baik dan buruk, manfaat dan mudarat sudah pasti menjadi hal yang perlu diperhitungkan dalam setiap tindak – tanduk manusia.

Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak ditemui bahwa pikiran dan hati tidak lagi dikedepankan. Alih–alih demi kepentingan bersama, nyatanya hal tersebut hanya memenuhi keinginan sebagian kecil bahkan pribadi saja. Sedangkan sebagian besar lainnya dirugikan hingga timbul penderitaan.

Banyak manusia bagaikan hewan buas di hutan liar. Saling memangsa dan menjatuhkan dengan berbagai cara. Tanpa memperhatikan salah dan benar, mereka hantam tembok batas norma–norma agama. Kecerdasan manusia yang terus memunculkan penemuan-penemuan yang luar biasa, membuat banyak orang lebih mengagungkan pikiran dibanding pencipta-Nya.

Allah menciptakan setiap sesuatu dengan kegunaan dan manfaatnya. Pikiran dan hati memiliki fungsi yang sangat baik dan pengaruh yang sangat  besar dalam kehidupan. Jika keduanya mampu dikelola dengan baik oleh manusia, insya Allah kebaikan demi kebaikan akan terus mengiringi.

 

والله أعلمُ بالـصـواب

Musuh Abadi Manusia

Musuh Abadi Manusia Allah SWT mengabarkan kepada para malaikat tentang penciptaan Nabi Adam AS melalui firmannya : “Sesungguhnya aku hen...