Senin, 27 Juli 2020

Orang jahat adalah orang baik yang tersakiti




Terdengar Bijak, Nyatanya Merusak

 

“Orang jahat adalah orang baik yang tersakiti”

Sepenggal kalimat yang ditenarkan lewat film Joker tersebut seolah suatu kebenaran. Di kehidupan nyata, tak sedikit orang menjadikannya sebagai dalil untuk membenarkan keputus asaan dan kelakuan buruknya. Mereka terdoktrin dengan kalimat perusak yang terdengar begitu bijak. Seolah mewajarkan perbuatan jahat seseorang ketika perbuatan baiknya tidak dihargai.

Mereka dibuat lupa pada panutan yang sebenarnya (Rasulullah SAW). Jika memang benar kalimat yang diungkapkan Joker sesuai dengan ajaran islam, mungkin Rasulullah SAW sudah lebih dulu menjadi orang terjahat di dunia ini. Karena selama beliau berdakwah menyampaikan kebenaran, banyak sekali kesakitan yang beliau rasakan. Caci maki, hinaan bahkan ancaman pembunuhan terus mengiringi perjalanan mulia beliau.  Namun islam memerintahkan sabar, bukan putus asa.


Pohon dan Manusia




Tumbuh dan Berisi

“Pengen balik lagi ke masa kecil. Enak, ngga banyak masalah”

Sering terdengar kalimat itu dari para remaja, bahkan si dewasa.

Ingat pepatah

“Semakin tinggi pohon bertumbuh, semakin kencang angin menerpa”

Begitupun manusia. Semakin tumbuh dan berkembang, maka semakin keras serba-serbi ujian dalam hidupnya.

Jika kalah melawan ‘angin’, pastilah akan tumbang. Namun, jika mampu bertahan dan melawannya, sudah pasti akan terus tumbuh semakin besar dan menjulang.

Pohon yang terus tumbuh, batangnya semakin besar dan berisi. Pun manusia, selain bertumbuh fisik, harusnya semakin berisi pula akal dan jiwanya.


Sabtu, 25 Juli 2020

Menulis Digital


Media Menulis Di Era Digital
“Tulisan memang tak bersuara, namun manfaatnya berumur lama”
(Harits Syukrillah)

Komunikasi merupakan kegiatan memberi dan menerima pesan. Ada beberapa cara manusia dalam berkomunikasi, yaitu melalui lisan atau dengan tulisan. Bahkan banyak komunitas berkomunikasi menggunakan simbol yang telah disepakati.


Otak manusia dengan memori yang terbatas, memungkinkan manusia sewaktu-waktu lupa dengan pesan yang disampaikan melalui lisan. Sebab itu, tulisan merupakan hal penting untuk menjaga pesan yang telah disampaikan.


Karena apabila dikemudian hari kita lupa, akan mudah mencarinnya dalam tulisan yang sudah kita simpan dalam lembaran.


“Ikatlah ilmu dengan menulis”  (Ali Bin Abi Thalib ra)


Banyak orang yang berkomunikasi dengan tujuan menyebar manfaat kepada banyak orang. Namun hasilnya tak begitu maksimal, karena daya ingat manusia dan penyebaran dari mulut kemulutnya kurang efektif hingga berpotensi berubahnya isi dari pesan tersebut. Sehingga menulis merupakan alternatif yang baik dalam menyampaikan komunikasi yang bertujuan memberi manfaat kepada banyak orang, agar bisa tersebar secara utuh dan diingat, bahkan dalam jangka waktu yang lama.

Para Aktifis, Sastrawan, Cendekiawan dan Ulama banyak yang menuangkan pikirannya dengan menulis agar ilmu yang dimilikinya tidak terputus hanya pada sebagian kecil manusia, namun tetap menjadi ilmu yang akan terus digunakan kemanfaatannya dari generasi kegenerasi peradaban manusia dalam bentuk kitab dan buku.


Pada era digital sekarang ini, dimana internet sudah merambah keberbagai penjuru dunia, maka jarak tidak lagi menjadi masalah untuk tulisan yang ingin kita publikasikan. Melalui situs internet dan akun media sosial yang kita miliki, bisa menjadi alat persebaran tulisan yang kita buat. Misalnya, melalui website, blog, akun Instagram, Facebook, Whatsapp dan lainnya. Kemajuan teknologi memperbesar kesempatan bagi kita agar bisa menebar manfaat pada setiap manusia melalui tulisan tanpa harus menghawatirkan jarak dan masa.


Musuh Abadi Manusia

Musuh Abadi Manusia Allah SWT mengabarkan kepada para malaikat tentang penciptaan Nabi Adam AS melalui firmannya : “Sesungguhnya aku hen...