Assalamu'alaikum. Wr. Wb.
Ketika kecil dulu, kau sangat diperhatikan. Disiram, diberi pupuk, bahkan setiap rumput liar yang datang menghampiri, tanpa menunggu lama akan disingkirkan olehnya. Karena kau masih sangat rentan.
Kini saat kau tumbuh besar, kau haruslah memberi manfaat. Batangmu mesti besar dan kuat, daunmu tak boleh layu, dan buahmu haruslah manis. Tanpa lagi kau diperhatikan, betapa tangkaimu keras diterpa angin, akarmu mulai lelah menopang dahan yang semakin berisi. Tapi yakinmu mengalahkan segala keluh kesah dan ratapanmu.
(Harits Syukrillah)
Begitulah perumpamaan manusia, "bagai pohon mangga dipekarangan rumah" . Manusia hidup di dunia melewati beberapa fase. Bayi – Balita – Anak-anak – Remaja – Dewasa – Lansia. Manusia harus memberi feedback ( Timbal balik) . Dari mulai menerima hingga memberi, dari meniru hingga jadi panutan. Semuanya memiliki waktu, semakin tua umur kita, maka semakin banyak pula waktu yang harus di pertanggungjawabkan di yaumul hisab kelak.
Rasulallallah SAW. Dimasa hidupnya pernah bersabda :
"Khoirunnas anfauhum linnas"
“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. (HR. Ahmad)
Pejabat tinggi, orang kaya ataupun saudagar, bila mereka tidak memberikan banyak manfaat kepada manusia lain, maka mereka bukanlah sebaik – baik manusia. Walaupun menurut sudut pandang duniawi mereka terhormat. Sebaliknya, tukang ojek, karyawan pabrik, bahkan pemulung sekalipun bila memang mereka mampu banyak memberi manfaat, maka mereka termasuk sebaik – baik manusia. Semakin banyak menebar manfaat, semakin baik pula predikatnya.
Pembaca Rahimakumullah, memberi manfaat bukan hanya dengan harta. Bila sekarang hidup kita pas – pasan, bukan berarti kita tak mampu memberi manfaat kepada orang lain. Ingat ! Allah Swt memberikan banyak potensi pada diri manusia agar bisa menjadi “Khoirun Nas”. Pengetahuan, skill, serta tenaga yang kita miliki, semua bisa menumbuhkan benih – benih manfaat bagi banyak orang. Bahkan nasihat yang baik terhadap sesama itu akan sangat besar manfaatnya bagi orang lain yang sedang membutuhkan solusi pada masalah yang sedang dihadapinya.
Salah satu ciri dari orang yang yang dapat memberi manfaat adalah keberadaannya disenangi, bahkan sangat diharapkan dan dibutuhkan oleh yang lainnya. Rasulallah SAW adalah Uswatun hasanah, beliau tak pernah bicara kecuali jujur dan beliau tak pernah berbuat kecuali benar.
Di kala beberapa suku atau kaum yang ada dimakkah berseteru perihal peletakan hajar aswad, Rasulullah SAW adalah orang yang berpengaruh dan memberi manfaat besar saat itu. Ketika semua suku mengklaim bahwa suku-nya lah yang paling berhak meletakkan hajar aswad keatas ka’bah, Rasulullah SAW memberi solusi terbaik. Kala itu Rasulullah menyarankan agar diambilnya sehelai kain. lalu diletakkanlah hajar aswad diatasnya, sehingga orang – orang dari masing – masing kaum/suku berkesempatan untuk mengangkat dan meletakkan hajar aswad secara bersamaan. Begitu indah apa yang dicontohkan oleh nabi kita Rasulullah SAW. Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad .
Wallahu A’lam Bishawab
Semoga tulisan ini mampu memberi manfaat kepada para pembaca. Terlebih kepada penulis yang masih sangat faqir akan ilmu.
Wassalamu’alaikum. Wr. Wb